Penyakit Tetanus Pada Anak

Penyakit Tetanus Pada Anak – Jangan pernah menganggap penyakit tetanus itu penyakit yang sepele, sebab jika bersikap seperti itu, bisa membahayakan diri Anda sendiri. tetanus merupakan kejang yang sifatnya spasme atau kaku otot yang di awali dengan rahang dan leher. masalah ini di akibatkan oleh racun berbahaya bakteri yang bernama Clostridium tetani, yang masuk untuk menyerang saraf tubuh melalui luka kotor. Clostridum tetani dapat bertahan hidup di luar tubuh dalam bentuk spora untuk waktu yang sangat lama.

Penyakit Tetanus Pada Anak

Contohnya, dalam debu, kotoran hewan dan manusia serta tanah. spora clostridium tetani umumnya masuk ke tubuh melalui luka yang kotor, contohnya luka yang di akibatkan oleh cedera, di gigit hewan dan paku berkarat atau luka bakar. dan untuk lebih lanjutnya mengenai jenis tetanus, gejala, penyebab dan pengobatannya bisa membaca artikel ini hingga selesai.

Jenis – Jenis Penyakit Tetanus Pada Anak

Beberapa jenis tetanus yang bisa di alami yaitu terlokalisir, cephalic, dan neonatorum. dan yang paling sering di alami adalah terlokalisir dan cephalic. penyakit tetanus ini bisa di sebut dengan terlokasir jika terkena oleh tubuh tertentu yang membuat kejang lokal. ini di alami pada saat tubuh Cuma mempunyai daya tahan parsial terhadap racun tetanus dan dapat menjadi tetanus umum yang meluas ke bagian lain. Tetanus cephalis bisa di alami akibat dari infeksi telinga tengah, sama halnya dengan tetanus terlokalisir, yang bisa berpotensi menjadi tetanus umum. dan untuk tetanus neonatorum merupakan jenis tetanus yang di alami oleh bayi baru lahir sebab proses pengatasian persalinan yang tercemar spora bakteri tetanus. jenis tetanus ini bisa di alami karena daya tahan tubuh bayi lemah.

Gejala Penyakit Tetanus Pada Anak

  • Kejang hebat yang terjadi di seluruh tubuh. Gejala ini akan menyebabkan bagian punggung bawah tubuh melengkung ke atas.
  • Demam dan berkeringat.
  • Tekanan darah yang naik.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Gejala Penyakit Tetanus Pada Anak : Kejang yang menyerupai kekakuan otot, terutama pada rahang dan leher sehingga pengidap sulit membuka mulut. Wajah penderita juga tampak menyeringai, disebut dengan istilah risus sardonicus.
  • Kesulitan menelan jika kejang otot menyebar hingga ke leher.
  • Otot di sekitar perut yang kaku.
  • Kejang yang menyakitkan di seluruh tubuh dan berlangsung selama beberapa menit. Gejala ini biasanya di picu oleh hal-hal kecil, seperti suara nyaring, sentuhan, serta cahaya.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Tetanus Pada Anak

  • Orang-orang yang menindik atau menato tubuh dengan peralatan yang kurang steril.
  • Pengguna narkoba yang memakai alat-alat suntik yang tidak steril.
  • Tali pusar pada bayi baru lahir yang mengalami infeksi karena sang ibu tidak divaksinasi tetanus secara memadai.
  • Faktor-faktor Risiko Penyakit Tetanus Pada Anak : Belum menerima vaksinasi atau prosesnya tidak lengkap.
  • Keberadaan benda asing pada luka, misalnya serpihan kayu, karat, atau kuku.
  • Luka yang terpapar debu, kotoran hewan, atau tanah.
  • Luka penetrasi yang dalam, misalnya akibat tertusuk paku berkarat atau kotor.

Diagnosis Penyakit Tetanus Pada Anak

Dalam mendiagnosis tetanus, dokter akan menjalani pemeriksaan fisik terlebih dahulu. termasuk pemeriksaan luka sambil menanyakan riwayat penyakit, vaksinasi yang pernah di terima, serta gejala dan tanda klinis yang di alami penderitanya. untuk cara pengobatan tetanus tujuannya sebagai memberikan terapi suportif, untuk membasmi spora dan membunuh perkembangan bakteri. caranya bisa dengan membersihkan luka yang kotor, menghentikan produksi neurotoksin, menteralkan neurotoksin yang belum menyerang saraf tubuh, mencegah komplikasi serta menangani komplikasi jika sudah terjadi.

Dokter juga akan menganjurkan vaksinasi tetanus bila pasien :

  • Belum pernah di vaksinasi
  • Belum menerima vaksinasi yang lengkap
  • Tidak yakin apakah sudah di vaksinasi atau belum

Pengobatan tetanus umumnya memerlukan waktu selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. tetanus tidak termasuk penyakit menular, namun bisa meregang nyawa. khususnya jika luka letaknya ada di wajah atau di kepala yang di alami oleh bayi yang baru lahir, serta penderitanya yang tidak mendapatkan pengatasian yang tepat dan cepat.

Obat Penyakit Tetanus Pada Anak

1. Asam trengguli

  • Siapkan 5 lembar daun ngikolo, setengah rimpang bangle, setengah kencur, gula aren, 10 lembar daun sembung, serta asam trengguli sebanyak 3 buah.
  • Masukkan semua bahan-bahan tersebut ke dalam air sebanyak 4 gelas ukuran sedang.
  • Panaskan hingga mendidih dan air rebusan asam trengguli hanya bersisa 3 gelas.

2. Obat Penyakit Tetanus Pada Anak Adalah Akar mengkudu

  • Tumbuk akar mengkudu tersebut hingga halus, lalu rebus dalam 3 gelas air bersih.
  • Tunggu hingga mendidih dan air hanya bersisa setengah bagiannya saja.
  • Saring dan minum selagi hangat.
  • Konsumsi bahan alami pengobatan tetanus ini dapat Anda ulangi sebanyak 3 kali dalam sehari.

3. Daun sirsak

  • Pengolahan bahan alami untuk menyembuhkan tetanus ini dilakukan dengan cara merebusnya dalam 3 gelas air bersih.
  • Pastikan Anda telah mencuci daun-daun sirsak tersebut terlebih dahulu sampai bersih.
  • Tunggu air rebusan daun sirsak hingga mendidih dan bersisa satu setengah gelas saja.
  • Minum selagi hangat dan Anda dapat menyaring daunnya terebih dahulu.
  • Ulangi konsumsi pengobatan penyakit tetanus secara alami ini sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari. (BY:DA).

Penyakit Tetanus Pada Anak

Cara Pemesanan

Propolis Melia Nature

 Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Tetanus dan Penyakit Lainnya

1 Botol Propolis Melia Nature Harga Rp. 115.000 dengan Isi 6 ml/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0878-8896-9797, tuliskan: Pesan Propolis Melia Nature, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( Untuk Menentukan Ongkos Kirim )


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Tetanus dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Tetanus and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.